Selasa, 02 November 2010

AWAS AIR MINUM KEMASAN! BANYAK BAKTERI!

Saya agak kaget membaca salah satu rubrik Kompas Health hari ini yang menunjukkan 11 label air minum kemasan yang dinilai bermasalah menurut penelitian YLKI. Beberapa nama air minum itu termasuk biasa saya konsumsi. Merek Club merupakan air minum popular di berbagai tempat, termasuk di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saya biasa beli air kemasan jenis ini jika ada acara keluarga atau ketika bepergian, di samping merek Aqua yang memang sudah paten. Nama lain yang juga bermasalah adalah Vit dan Prim-a yang kalau di Jakarta, air minuman jenis ini bersaing dengan Aqua. (lengkapnya silakan buka http://health.kompas.com/read/2010/10/27/17382324/Inilah.11.Merek.Air.Minum.Kemasan.Bermasalah). Mengapa merek-merek dagang yang namanya sudah banyak dikenal oleh masyarakat ternyata masih jauh dari kata aman?

Tak dipungkiri bahwa  air minum bersih merupakan salah satu kebutuhan yang tak bisa ditunda. Apalagi, tubuh kita 90% disinyalisasi terdiri dari air. Oleh karenanya, air selalu harus tersedia mengalahkan kebutuhan terhadap makanan. Seseorang bisa tahan tidak makan beberapa hari tetapi tidak demikian terhadap air. Banyak korban meninggal di musim haji yang dipicu oleh kekurangan cairan dalam tubuhnya. Merebaknya produsen air kemasan secara tidak langsung disebabkan tingkat kebutuhan air minum masyarakat kita yang tak terbatas. Belum lagi ditambah dengan sulitnya sumber air minum bersih. Masyarakat cenderung berasumsi bahwa air yang dikemas bersih dan rapi lebih sehat ketimbang masak air minum sendiri. Oleh sebab itu, pengendalian produk air kemasan sudah selayaknya mendapat pengawasan ketat dari pemerintah.

Di samping air minum kemasan, air minum yang dijual melalui depot-depot air belum tentu lebih sehat. Menjamurnya penyedia air minum isi ulang di berbagai pelosok kota dan desa harusnya diimbangi dengan pengecekan kebersihan dan derajat keamanan bila dikonsumsi. Beberapa kawan begitu bersemangat mengkonsumsi air minum jenis ini karena dianggap ekonomis. Mereka bisa langsung meneguk air itu tanpa harus memasak terlebih dahulu sehingga bisa menghemat gas. Padahal, filter air yang digunakan dalam proses penyeringan itu belum tentu bebas dari bakteri. Oleh sebab itu, sebagai konsumen, kita harus lebih hati-hati memilih air minum sebelum terserang penyakit akibat air minum yang terkontaminasi.

Penyakit populer akibat air minum yang kurang bersih adalah diare. Dalam batas tertentu, diare bisa mudah diatasi. Namun, dalam kasus akut, diare yang disertai dengan muntah dan demam bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan yang diawali dengan mengkonsumsi air minum bersih akan lebih mudah dan murah bagi keberlangsungan hidup kita di muka bumi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Introduction